Rabu, 03 Agustus 2011

2 Syarat Puasa!

8/03/2011 W. Wardani

Seperti janji saya kemarin untuk ngepost tausyah tarawih, ini akan saya ceritakan ulang apa yang disampaikan oleh Ustadz. Hanifullah Sukri di masjid Fatimah tadi malam..



IMAN wa IHTISABAN, syarat MUTLAK PUASA!
Oleh Ust.Hanifullah Sukri_2 Ramadhan @ Masjid Raya Fatimah.

Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan Imanan dan Ihtisaban maka akan di ampuni oleh Allah dosa-dosanya yang telah lalu.”

Imanan dalam menjalankan ibadah puasa yang dimaksud di atas adalah sebuah keyakinan seorang hamba dalam menjalankan ibadah puasa, yaitu keyakinan bahwa perintah puasa ini adalah sebuah perintah dari Allah SWT sehingga dalam menjalankannya tidak ada keragu-raguan dan didasari niatan yang lurus untuk Allah dan karena Allah SAJA! Bukan yang lainnya. Cukuplah Allah yang melihat setiap amalan kita, cukuplah ridho Allah yang kita harapkan di setiap amalan-amalan kita.

Ihtisaban, secara bahasa berarti “hitung-hitung”, kata ihtisaban berasal dari “hasiba, yaksibu” yang artinya menghitung. Yang dimaksud di sini adalah mengevaluasi, muhasabah diri, dan berhati-hati, artinya dalam melalui hari demi hari di bulan yang penuh dengan keutamaan ini, kita dianjurkan untuk senantiasa mengevaluasi diri, muhasabah dan senantiasa berhati-hati, jangan sampai 30 hari ini berlalu begitu saja. Mari setiap hari kita mengevaluasi diri tentang hal-hal buruk apa saja yang sudah dilakukan pada hari ini, kekurangan-kekurangan di hari ini, hendaknya kita tidak ulangi di hari berikutnya, sehingga setelah 30 hari kita menempa diri maka akan lahirlah pribadi yang jauh lebih baik di awal syawal nanti. Allahuma amin.

Setelah kita memahami dua syarat mutlak tersebut, maka dihasilkan 4 macam tipe manusia yang telah melalui bulan ramadhnannya, mau menjadi manusia yang manakah diri kita...?, silahkan dipilih empat pilihan dibawah ini:
1.     Puasa dengan Imanan wa Ihtisaban
Maka apa yang Allah SWT janjikan akan diperolehnya, yaitu ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu.
2.     Puasa dengan imanan tanpa ihtisaban
Maka puasanya tidak batal artinya tetap sah ibadah puasanya, namun ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosanya yang telah lalu.
3.     Puasa tanpa imanan namun hanya ihtisaban
Hal ini sama dengan kita menggarami lautan, yaitu melakukan ibadah yang sia-sia karena seseorang hanya akan merasakan lapar dan dahaga dan Allah SWT juga tidak akan menerima ibadahnya. Maka berhati-hatilah jika puasa kita hanya dilakukan karena malu dengan tetangga, malu dengan adik kita yang masih SD tapi sudah puasa sehari penuh, malu dengan istri atau suami kita, Naudzubillah!.
4.     Puasa tanpa imanan dan ihtisaban
Bukan hanya sia-sia, namun merugilah orang yang berpuasa tanpa dua syarat diatas.
Sedikit memang, namun apalah artinya sesuatu yang banyak jika tidak bisa kita amlkan. Sebuah tausyah singkat untuk mengingatkan diri saya sendiri dan kita semua, semoga yang sedikit ini bermanfaat, dan Allah memberikan kita kekuatan untuk mengamalkan kebaikan. Amin.

Senin, 01 Agustus 2011

ADAB – ADAB BERPUASA

8/01/2011 W. Wardani

Disampaikan oleh Al Ustadz - 1 Ramadhan @ Masjid Raya Fatimah Surakarta
*Diketik oleh Qowyyul azmi dengan beberapa penambahan dan editan*

Dalam tausyah mengenai adab - adab berpuasa ini ada 5 adab yang dismpaikan Ustadznya...cekidot!:

1.     Niat karena Allah SWT
Pengamalan adab yang pertama ini hendaknya niat dilakukan ketika malam hari sebelum puasa atau sebelum mulai berpuasa. Niat tidak diperbolehkan diamalkan ketika pagi setelah puasa dimaulai atau siang harinya. Hal ini dikarenakan niat adalah salah satu syarat diterima atau tidaknya sebuah amal. Ini menunjukkan betapa pentingnya niat disetiap amalan yang kita lakukan hingga Imam An Nawawi meletakkan hadits ini di urutan pertama dalam Hadits Arba’innya.
“Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR,Bukhari, Muslim)

2.     Melakukan makan sahur dan mengakhirkannya
Betapa banyak dintara kita yang males-malesan bangun dini hari hanya untuk makan. Ada sebagian yang beranggapan “tanpa sahur juga kuat kok sampai sore” , “males ah bangun pagi-pagi”, “ngantuk” , “gak bisa nelen makanan” de el el. Apapun kondisi dan alasan untuk penolakan terhadap makan sahur saya sarankan untuk tetap berusaha mengamalkannya karena ternyata ada banyak rahasia di balik makan sahur lhoh.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhari, Muslim)
“Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah pada makan sahur.” (HR. Muslim)

Ada lagi satu sunnah yang berkaitan dengan makan sahur yang bisa kita amalkan yaitu mengakhirkan makan sahur. Ini dia haditsnya:
“Para sahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling bersegera dalam berbuka puasa, dan paling akhir dalam sahurnya.” (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra)
Nah, mungkin ada yang bertanya-tanya, kapan kita harus menghentikan makan sahur...? Maka jawabnya adalah kira-kira selama bacaan 50 ayat Al *ran sebelum Adzan Shubuh.

3.     Menahan diri dari hawa nafsu
“Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja.” (HR. Ahmad No. 9685, Ibnu Majah No. 1690, Ad Darimi No. 2720)
Dari hadits di atas kita dianjurkan untuk enahan diri dari berkata-kata kotor, menahan diri dari berteriak-teriak, menahan diri dari berperangai buruk, dan bertindak bodoh agar dalam menjalankan puasa kita tidak hanya mendaptkan haus dan lapar akibat sikap kita, perbuatan kita dan tindak-tanduk kita tak ikut berpuasa. Haus dan lapar kita bisa menahan tetapi ternyata nafsu yang lainnya masih kelayapan menguasai diri kita, Nudzubillah.
Maka tidak heran ketika bulan Ramadhan ini adalah bulan latihan (riyadho an nafs) bagi kita, bulan berbenah diri bagi kita, membersihkan hati dan jiwa dari segala bentuk penyakit hati dan kemaksiatan-kemaksiatan yang membutakan hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

4.     Bersifat Dermawan
“Dari Abu Hurairah radhiallahu `anhu, dia bercerita, Rasulullahshallallhu `alayhi wasallam bersabda, "Setiap amal anak Adam akandibalas berlipat ganda. Kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya sampai700 kali lipat.” (HR.Bukhari-Muslim)
Sungguh inilah ramadhan, bulan dimana setiap amal kebaikan akan mendatangkan pahala yang banyak kemudian berlipat-lipat. Maka setiap kebiakan apa yang kita keluarkan akan mendatangkan kebaikan yang berlipat-lipat sebagai balasan dari Allah SWT.
Maka dalam persiapan Ramadhan sangat dianjurkan untuk kita juga mempersiapkan finansial. Finansial yang akan kita gunakan untuk berbagi dengan yang lain, dengan mereka yang embutuhkan uluran tangan kita untuk bahagia bersama-sama. Mari berbagi, bersedekah, berinfak dan jangan lupa zakatnya. Semoga Allah semakin memperkaya kita dengan kebaikan dan kebarokahan disepanjang hidup kita.

Sebagaimana yang Rasulullah telah contohkan berikut ini:
“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadhan apalagi ketika Jibril menemuinya. Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan dia bertadarus Al Quran bersamanya. Maka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari No. 3220)
Tak ada salahnya juga jika sesekali kita memberikan makan dan minum buka untuk saudara kita, rekan-rekan kita, atau adik-adik TPA atau sesekali meluangkan diri ke tempat-tempat panti sosial untuk berbagi nikmatnya berbuka bersama mereka...
“Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu.” (HR. At Tirmidzi No. 807)
5.     Perbanyak tillawah
“Jibril menemuinya (nabi) pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al Quran bersamanya.” (HR. Bukhari No. 3220)
“Puasa dan Al-Quran itu akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada harikiamat kelak. Di mana puasa akan berkata, `Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan akuuntuk memberi syafaat kepadanya`. Sedangkan al-Quran berkata, `Akutelah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankanaku untuk memberi syafaat kepadanya`." Beliau bersabda, "Maka keduanyapun memberikan syafaat". (HR. Ahmad, al-Hakim, dan Abu Nu`aim, shahih.)
Bukan hanya sekedar dibaca yang pasti, namun juga bagaimana kita berupaya untuk memahami arti dan maksud dari tiap-tiap ayat yang kita baca.
So, berapa kali target anda untuk khatam dalam Ramadhan kali ini, Win...? (*hmm, jedok-jedok kepala...)
6.     Menyegerakan berbuka
Dug...dug...dug...dug... Jika suara bedug dan adzan telah berkumandang, maka bersegeralah berbuka, jangan di tunda. Segera berdo’a dan basahi kerongkongan kita dengan air dan kurma lalu baca lagi do’a dalam hadits di bawah ini sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT.
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jika sedang berbuka puasa dia membaca: “Dzahaba Azh Zhama’u wab talatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.” (HR. Abu Daud)
Yap, sekian 6 adab-adab puasa yang disampaikan dalam tausyah Tarawih di malam pertama, InsyaAllah akan ada tmbahannya lagi, semoga ustadznya gak lupa untuk melanjutkan tausyahnya...hehe... Sedikit, semoga bermanfaat. Happy Fasting, 4 all muslim...

Marhaban Ya Ramdhan...

8/01/2011 W. Wardani

“Wahai pencari kebaikan, sambutlah, dan wahai pencari kejahatan kurangilah. Dan Allah membebaskan orang-orang dari neraka,dan itu berlangsung setiap malam bulan Ramadhan” (Al Hadits)


Ramadhan yang dirindui datang lagiiii...yeey! ^_^
Alhamdulillah, masih terharu biru, masih bergetar-getar, bahagia berjuta rasa atas nikmat yang luar biasa, berjumpa dengan Ramadhan yang sudah lama kurindukan...

Ada yang berbeda disetiap ramadhan yang kulalui, tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini ramdhan terakhirku sebagai mahasiswa kebidanan UNS (Pasti! Tidak ada keraguan, hehe)
Ini ramadhan terakhirku di Solo. (Sepertinya begitu)
Ini ramadhan terakhirku bersama yang tercinta, Orange Umar dalam satu atap.
Hmmm...tak mengapa, semuanya yang berawal pasti ada akhirnya. Ada kenangan-kenangan terindah yang tak akan terlupa dalam setiap Ramadhan yang kulalui di Kota Solo ini. Ada momentum-momentum bersejarah di setiap tahun yang kulalui antara satu ramadhan ke ramadhan berikutnya. Sungguh Ramadhan adalah waktu-waktu berharga di mana kualitas hidup kita dalam satu tahun setelah ramadhan berlalu adalah cerminan dari kualitas ramadhan yang kita lalui sebelumnya. So, Tak ada alasan untuk tidak bergegas menyambut berjuta kebaikan yang Allah beirikan di Bulan mulia ini.

Ramadhan kali ini juga banyak yang terasa berbeda salah satunya adalah tempat saya melakukan Sholat Tarawih. Tidak seperti biasanya yang hanya di sekitar kampus. Kalo tidak Nurul Huda ya Al Fajar atau Al Ma’arij atau di Baitu Ridho. Sekarang agak jauh, di tengah-tengah kota. Masjid Raya Fatimah adalah pilihan saya sekarang. Tempatnya nyaman dan InsyaAllah bisa membantu saya untuk khusyu’, karena kata Salim A. Fillah dalam bukunya Bahagianya Merayakan Cinta, ia mengatakan bahwa selain kualitas thaharahnya, pemahaman tehadap ibadah yang dilakukan, ternyata kenyamanan tempat juga salah satu media yang bisa mendatangkan kekhusyu’an dalam beribadah.

Nah, itu dia. Sepenggal pembukaan...hehe... Afwan kalo jadi mendzolimi.Hehee...

Okey, InsyaAllah mulai hari ini sampai akhir Ramadhan nanti, InsyaAllah saya akan menuliskan Ceramah/ Tausyah yang saya dapatkan di setip Sholat Tarawih... Semoga bermanfaat...

Silahkan dilihat Next Post dalam “Ramadhan Mubarok”

Minggu, 31 Juli 2011

Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang akan engkau dustai...?

7/31/2011 W. Wardani

Sungguh, telah menggebu rinduku padamu...
Sungguh, telah lama aku takut dan harap akan perjumpaanku denganmu...
Marhaban Ya Syahru Ramadhan...
Alhamdulillah, Allah masih berkenan mempertemukan kita dengan ramadhan tahun ini... 
Bulan yang sepuluh hari pertamanya adalah rahmat, sepuluh hari keduanya dalah ampunan dan sepuluh hari terakhirnya adalah pembebasan dari api neraka
Nafas-nafas kita adalah tasbih, tidur kita adalah ibadah, setiap huruf dari bacaan Qur’an kita adalah sepuluh kebaikan, amalan sunnah berpahala layaknya amalan wajib, amalan wajib berlipat ganda pahalanya..
.
Subhanallah...
Maka, masih adakah alasan untuk tidak bersegera dalam meraih keutamaannya...?
Maka, masih adakah alasan untuk tidak mensyukuri kesempatan berjumpa  yang masih  Allah berikan kepada kita...?
Maka, masih adakah alasan untuk tidak berlomba meraih gelar taqwa yang akan Allah sematkan untuk hamba-hamba yang berpuasa dan giat beribadah di bulan yang istimewa...?
“Wahai orang-rang yang beriman! Diwajibkan atas kamu bepuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertawa.” (Al Baqoroh: 183)
“Barangsiapa yang bepuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan & mengharap keridhoan Allah SWT maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu.” (HR.Bukhari)
“Sungguh merugi orang-orang yang masih menjumpai Ramadhan namun tak mendapatkan ampunan.” (Al Hadits)... Naudzubillah...


30 hari bukanlah waktu yang panjang. Singkat dan sangat cepat,
namun jangan pernah berkata “Masih ada hari esok untuk sebuah penundaan”, karena tak ada jaminan akan ada hari esok untuk kita. Teramat berharga untuk sedetik kesia-siaan, karena tak ada jaminan akan bertemu ramadhan di tahun kemudian...

Mari bergerak untuk sebuah ketaatan pada Yang Maha Menciptakan
Mari berbenah untuk diri tempat lupa dan salah, berharap tetes-tetes maghfirah
Mari mendekat setelah sekian lama terlena dalam dosa-dosa nan pekat
Mari berdo’a untuk hidup yang lebih barokah dan senantiasa Istiqomah hingga akhir hayyah, selamat fi diunya wal akhirah... Allahuma innanasaluka ridhokal jannah wa na’udzubika min saqotika wa naar...Amin.
“Sungguh ada dua kenikmatan bagi rang yang berpuasa, pertama dia akan mrasakan kenikmatan saat ia berbka dan kedua ia akan merasakan nikmatnya berjumpa dengan Rabbnya.” (Al Hadits)
 
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA SAHABAT BLOGGER, SEMOGA ALLAH MERIDHOI SETIAP IKHTIAR KITA DALAM RANGKA MERAIH KETAQWAAN PADA-NYA...AMIN ^_^
MARHABAN YA RAMADHAN...

Selasa, 26 Juli 2011

Cooking is Asyik-ing...

7/26/2011 W. Wardani


Terima kasih Allah atas waktu yang Kau berikan untukku tinggal dengan  Orange Umar.  Terima kasih untuk Mas KoKi yang sudah mengizinkan saya nunut ngiyup (red: numpang berteduh) di  RUMPUT (Rumah Putihnya). Fasilitas lengkap dan sangat nyaman. Nyaman banget untuk tidur gak bangun-bangun (ini karena saya jarang sekali melihat matahari terbit atau seberkas sinar…hehee… *Pisss! :P ), nyaman untuk leyeh-leyeh karena emang gak ada kursi blas, jadi gak ada pilihan lain selain sandarin punggung di lantai (*Ups, Pisss! :P), nyaman juga untuk semakin membulatkan pipi dan menyesakkan baju-baju saya karena sarana untuk membuat berbagai macam bahan gilingan perut tersedia lengkap. Mantab dah pokoknya!. Alhamdulillah….

Dan akhirnyaaaa, aku menemukannya, yey!. Ya, saya menemukan sebuah bakat terpendam saya yang mungkin selama ini diragukan oleh banyak orang tentang bisakah saya melakukannya…?. Ya sebuah kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap wanita yang menginginkan terciptanya keluarga yang bahagia. Semua itu adalah tentang MEMASAK-COOKING. Kenapa saya mengatakan ini merupakan salah satu kunci kebahagiaan keluarga…?. Tidak lain adalah karena ibu saya telah mencontohkannya dan saya merasakannya secara langsung ketika saya masih tinggal dirumah sebelum saya merantau ke Solo untuk kuliah.

How can…? Ya, coba bayangkan saja kalau seorang wanita atau lebih tepatnya seorang ibu tidak bisa memasak, wow apa kata duniaaaa…? (lebay mode:on). Kita perhatikan sehari kita makan tiga kali hitung saja harga sekali makan Rp 8.000 – Rp 10.000 di kalikan jumlah anggota keluarga misalnya 5 orang yang terdiri dari suami, istri dan tiga orang anak (Ups, curcol!. Ini jumlah keluarga impian saya…hehe..), hamper Rp 50.000, belum lagi fitroh jajan anak-anak kita yang mana hamper sepuluh penjual jajanan lewat depan rumah kita setiap harinya. Hem itu untuk sehari makan, belum lagi untuk sebulan, setahun, 3 tahun…huwaaaaa… Wah kalo begini caranya apa iya hanya makan kebutuhan kita, hemm tentu saja tidak. Kita masing-masing pasti punya yang namanya keinginan atau targetan-targetan untuk terciptanya rumah tangga yang kondusif untuk sebuah tarbiyah dalam keluarga salah satunya adalah sandang, papan dan pendidikan. Untuk meraihnya pastilah dibutuhkan yang namanya pengorbanan. Nah, itu dia salah satu caranya adalah dengan menekan pengeluaran yang memang bisa untuk diminimalisir, dia adalah pengeluaran untuk pangan atau makan (ini salah satunya).

Dengan memasak sendiri pasti jauh lebih irit, jauh lebih sehat karena kita sendiri telah menjaga dan menjamin kebersihannya serta kecukupan gizinya. Nih coba dibayangkan!, pasti indah dan romantis kalau kita bisa menyiapkan bekal buat suami setiap kali kita ia mau berangkat ke kantor, masakan special dari istri tercinta dengan bumbu cinta karenaNya akan lebih memberikan suplai energy untuk suami ketika disantapnya pas istirahat makan di siang hari. Apalagi buat anak-anak , dengan membawakannya bekal makanan ke sekolah dari masakan kita sendiri selain terjamin gizi dan kebersihannya juga bisa melatih anak-anak untuk menabung uang sakunya. Ahahahaaaay…..asik-asik dah! :P

Tapi, kata orang memasak itu gampang gampang susah. Ya benar, seperti yang saya katakan 2x gampang dan 1x susah, artinya sangat guampaaang banget bagi yang memang sudah mempunyai kesenangan atau hoby masak dan sedikit butuh perjuangan lebih bagi pemula yang baru belajar (lebih suka menggunakan istilah “butuh perjuangan lebih” daripada “susah”). Disini saya sudah mencoba dan memang benar-benar memasak itu membutuhkan ketajaman hati dan perasaan kerena memang rasa tak pernah bohong (hahaa…kayak iklan apa gitu ya… ^_^?). Ketajaman perasaan itu akan semakin terasah setelah kita mengalami sekian kali keasinan (ini bukan sebuah efek dari “pengen nikah” looh), kegosongan, keaseman, kepedesan atau apapun rasa yang terlalu berlebihan dan kekurangan. Saya sendiri sudah mengalaminya loh teman-teman. Sering banget masakan saya keasinan bahkan terkadang gak Cuma rasa yang hancur tapi juga tampilannya amburadul. Dengan terpaksa, untuk menepis kemubadziran akhirnya masuk juga tuh makanan ke perut walau harus dengan menutup hidung untuk menelannya. Ya, Itulah belajar. Berawal dari seringnya gagal rasa dan tampilan setiap tiba giliran saya memasak itu akhirnya saya menjadi suka memasak. Yeeeaah, cooking is asyik-ing.



* Fettucini alfredo & chicken katsu, masakan terupdate saya bersama Orange Umar


Terima kasih ibuku yang sudah meyakinkanku ketika banyak orang meragukan kemampuan memasakku justru engkaulah yang dengan santai mengatakan “ tenanglah, dulu ibu pas gadis juga gak bisa masak kok, tapi pas udah jadi istri jadi pinter sendiri. Asal aja dimasukin bumbu pokoknya (garam, bawang merah, bawang putih)” hehee…
Terima kasih untuk rumahnya yang menjadi laboratorium saya untuk melakukan eksperimen-eksperimen berbagai resep makanan dan mengembangkan bakat terpendam. Jazakumullahu bi ahsanul jaza…amin

Notes:
1. Untuk para gadis yang belum bisa memasak dan diragukan banyak orang, tak usah
    khawatir. Memasak itu gampang-gampang kok. Hehe…
2. Untuk wanita karir atau yang sudah memasrahkan masalah masak memasak kepada
    khadimat (pembantu), tak ada salahnya kita meluangkan waktu untuk memasak dan
    sesekali kita bangun dini hari Untuk memasakkan suami dan anak-anak tercinta karena
    memang rasanya beda looh ketika suami makan masakan pembantu dan masakan istri
    sendiri…hehe… (sok tahu deh akunya…. :P)
3. Sebagai seorang muslim, kita juga harus hati-hati dalam memasak atau lebih tepatnya
    memilih bahan makanan. Jangan sampai bahan makanan yang haram masuk ketubuh
    kita dan keluarga. Naudzubillah... Nih bisa di lihat infonya di Orange Umar"s Note

Yeaaah…that’s all… wish u’ll get something usefull from this post… thanks... :)

Need an Invite?

Want to attend the wedding event? Be our guest, give us a message.

Nama Email * Pesan *