Kamis, 17 November 2011

sedikit memutar arah, tak apalah....

11/17/2011 W. Wardani
 
Sedang menggebu-gebu untuk mulai nulis tentang kebidanan, kebetulan sudah diberi kesempatan sama Allah untuk ngadem di Kampus "Hijau" UNS Solo, tepatnya di Prodi Kebidanan selama 4 tahun silam. Khawatir ilmunya kelamaan mengendap di kepala dan sulit diuraikan pas dibutuhkan suatu hari atau mungkin setiap saat, sudah saatnya untuk ditebar sedikit demi sedikit lewat Qowyyulazmi. Di sisi lain, ingin sedikit melonggarkan isi otak juga biar bisa dituker dengan ilmu-ilmu baru yang lainnya...

karena kata orang
otak kita ibarat ember atau gelas. Kalau otak kita sudah penuh maka kita harus mengeluarkan sedikit yang telah tersimpan supaya bisa di isi lagi dengan yang baru
kata Rasul SAW juga, 
Bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tak terputus oleh kematian. Pahalanya akan terus mengalir sejauh ilmu itu mengalir, ia yang akan menemani setiap kita yang telah tinggal menetap di alam barzah... (hmmm...merindings....)
Kalau mau jujur sebenarnya ini sudah sangat menggebu-gebu, tapi masih belum nemu ujungnya mau dimulai dari manaaaa......??   >__<
Mohon do'anya, semoga bisa selaras anatara niat dan seluruh badan untuk merealisasikan, S.E.G.E.R.A.!

Hingga telah sempurna rizkinya...

11/17/2011 W. Wardani


Bahkan bermacam-macam hewan yang tanpa akal itu tidak pernah pulang ke huniannya di petang hari dengan perut yang lapar
Tanpa akal pun dia masih tahu bersyukur pada penciptaNya
dengan bahasanya ia senantiasa terjaga dalam tasbih memuji Tuhannya
Lalu bagaimana bisa kita yang diciptakan dengan sebaik-baik penciptaan lengkap dengan akal masih ragu akan rizki atas diri kita...?
Bukankah Allah tidak menciptakan makhlukNya melainkan telah ditetapkan atasnya rizkinya sejauh lima puluh ribu tahun sebelum alam semesta tercipta...?
Semuanya telah tercatat rapi dalam lauhul mahfuz
Tak akan tertukar satu dengan yang lainnya
Tak akan terganti karena pena telah diangkat dan tinta telah mengering



Rasul saw. berpesan:
Malaikat Jibril membisikkan di dalam hatiku, bahwa suatu jiwa tidak akan mati hingga telah sempurna rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan carilah (rezeki) dengan cara yang baik —halal, proporsional dan tidak tersibukkan dengannya— dan hendaklah tertundanya (lambatnya datang) rezeki tidak mendorong kalian untuk mencarinya dengan kemaksiatan kepada Allah, karena sesungguhnya keridhaan di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya (HR Abu Nu’aim, al-Baihaqi dan al-Bazar dari Ibn Mas’ud).



Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang rahasia zuhudnya.Beliau menjawab, 
“Aku tahu rezekiku tidak akan bisa diambil orang lain.Karena itu, hatikupun jadi tenteram. Aku tahu amalku tidak akan bisa dilakukan oleh selainku. Karena itu, aku pun sibuk beramal. Aku tahu Allah selalu mengawasiku. Karena itu, aku malu jika Dia melihatku di atas kemaksiatan. Aku pun tahu kematian menungguku. Karena itu, aku mempersiapkan bekal untuk berjumpa dengan-Nya.”

Rabu, 16 November 2011

Harapan itu masih ada, kawan!

11/16/2011 W. Wardani
 
Sedang menggebu-gebu untuk mulai nulis tentang kebidanan, kebetulan sudah diberi kesempatan sama Allah untuk ngadem di Kampus "Hijau" UNS Solo, tepatnya di Prodi Kebidanan selama 4 tahun silam. Khawatir ilmunya kelamaan mengendap di kepala dan sulit diuraikan pas dibutuhkan suatu hari atau mungkin setiap saat, sudah saatnya untuk ditebar sedikit demi sedikit lewat Qowyyulazmi. Di sisi lain, ingin sedikit melonggarkan isi otak juga biar bisa dituker dengan ilmu-ilmu baru yang lainnya...

karena kata orang
otak kita ibarat ember atau gelas. Kalau otak kita sudah penuh maka kita harus mengeluarkan sedikit yang telah tersimpan supaya bisa di isi lagi dengan yang baru
kata Rasul SAW juga, 
Bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tak terputus oleh kematian. Pahalanya akan terus mengalir sejauh ilmu itu mengalir, ia yang akan menemani setiap kita yang telah tinggal menetap di alam barzah... (hmmm...merindings....)
Kalau mau jujur sebenarnya ini sudah sangat menggebu-gebu, tapi masih belum nemu ujungnya mau dimulai dari manaaaa......??   >__<
Mohon do'anya, semoga bisa selaras anatara niat dan seluruh badan untuk merealisasikan, S.E.G.E.R.A.!

Selasa, 15 November 2011

merajut lagi yang telah terurai

11/15/2011 W. Wardani

belum lama aku melemparnya
dari tempat tertinggi ke tanah keras lagi tandus
atas rasa kecewa dan putus asa
atas segenap luka yang menyayat jiwa

pecah berkeping tak berupa
kutinggalkan begitu saja
tanpa sesal setitikpun
kesal tak berkesudahan

hari ini ku lihat kepingan yang berserakan
ia adalah mimpi yang pernah kugengam erat di hati
lama mengendap dan terpatri
namun ku lihat ia hancur berkeping saat ini

sejenak ku terdiam
mengenang indah caranya menggerakkan kakiku
melangkah menyusuri jalanan penuh harapan
mengingat kuatnnya ia menarikku ke depan dan maju
bergerak mengubah rintangan menjadi asa dan kekuatan

ada rindu perlahan mengisi kalbu
ada sedikit tanya, mengapa harus berhenti?
jika adanya adalah gerak
haruskah mimpi itu hilang ditalan keputusasan?
jika hadirnya adalah perubahan
haruskah mimpi itu terhapus oleh kekecewaan?

ku dekati kepingan itu
dengan segenap harap kuambil satu persatu
dengan kebesaran hati ku rekatkan pecahan itu
sulit memang, mustahil memang
tapi, bukankah kita mempunyai Tuhan
sangat mudah bagi-Nya menungkinkan kemustahilan

merangkai kembali kepingan mimpi
merajut lagi yang telah terurai
bermimpilah tanpa batas ruang tanpa sekat waktu

_qowyyulazmi@dreamvillage_



karena aku bukan kamu

11/15/2011 W. Wardani
 
Sedang menggebu-gebu untuk mulai nulis tentang kebidanan, kebetulan sudah diberi kesempatan sama Allah untuk ngadem di Kampus "Hijau" UNS Solo, tepatnya di Prodi Kebidanan selama 4 tahun silam. Khawatir ilmunya kelamaan mengendap di kepala dan sulit diuraikan pas dibutuhkan suatu hari atau mungkin setiap saat, sudah saatnya untuk ditebar sedikit demi sedikit lewat Qowyyulazmi. Di sisi lain, ingin sedikit melonggarkan isi otak juga biar bisa dituker dengan ilmu-ilmu baru yang lainnya...

karena kata orang
otak kita ibarat ember atau gelas. Kalau otak kita sudah penuh maka kita harus mengeluarkan sedikit yang telah tersimpan supaya bisa di isi lagi dengan yang baru
kata Rasul SAW juga, 
Bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tak terputus oleh kematian. Pahalanya akan terus mengalir sejauh ilmu itu mengalir, ia yang akan menemani setiap kita yang telah tinggal menetap di alam barzah... (hmmm...merindings....)
Kalau mau jujur sebenarnya ini sudah sangat menggebu-gebu, tapi masih belum nemu ujungnya mau dimulai dari manaaaa......??   >__<
Mohon do'anya, semoga bisa selaras anatara niat dan seluruh badan untuk merealisasikan, S.E.G.E.R.A.!

Need an Invite?

Want to attend the wedding event? Be our guest, give us a message.

Nama Email * Pesan *